[REVIEW] Fujica MPF105XN: Generasi Kedua SLR 35mm dengan X-Bayonet di Indonesia


fujica mpf105XN

Haihai Analogears!

Beberapa dari kita mungkin pernah merasa ‘galau’ memilih kamera analog untuk pemula. Beberapa pertanyaan yang sering dilontarkan kepada mimin sperti “kamera yang cocok untuk pemula apa min?” pertanyaan sih simple tapi jawaban bisa buaanyaakk hahaha 😀

FUJICA

OK, kali ini berhubungan dengan kamera analog pemula yang dulu sempat merebak di Indonesia (Indonesia market) yaitu FUJICA MPF105XN. Sesungguhnya (#halah), kamera tipe 105XN juga sempet merajai negara-negara maju di Amerika dan Eropa, tapi kalo kita telusuri lebih dalam lagi, untuk pasar di US dan Europe bukan menggunakan tipe MPF105XN melainkan STX-1N. Jadi justru kita heran ketika menemukan FUJICA MPF105XN di Amerika sana, kalau di Indonesia mah tetangga sebelah rumah juga banyak yang punya.

Note:

Di Jerman, kamera ini diproduksi dibawah label Porst dengan seri CR-1.

 Fujica X brosure

SEJARAH

Sedikit ngomongin sejarahnya, Fujica merupakan merek kamera yang diproduksi oleh Fujifilm Holdings Corporation, (富士フイルム株式会社 Fujifuirumu Kabushiki-kaisha) atau orang Indonesia lebih simple menyebutnya Fuji. Pada awal tahun 1970an Fujica lebih dulu memakai mounting ulir (M42 Screw Mount) pada semua SLR Fujica seperti seri ST 701, ST 801, ST 901 dan seterusnya. Namun pada akhir tahun 70an mengakhiri produksi SLR dengan universal lens mount M42 dan memperkenalkan FUJI X-Bayonet sebagai mounting lensa SLR Fujifilm penerusnya hingga tahun 1985 Fujica memberhentikan produksi SLR 35mm-nya.

Fuji lebih duluan merilis FUJICA MPF105X pada tahun 1980 yang sebenarnya adalah FUJICA ST605 (1977) yang menggunakan Fuji X-Mount. Kemudian tahun 1983 Fuji merilis FUJICA MPF105XN atau FUJICA STX-1N. Kode X pada seri kamera Fuji menandakan mounting lensa yang digunakan yaitu Fuji X-Mount. Sedangkan Fujica MPF105 (M42 screw mount) yang sempat merakyat dengan warga Indonesia sebenarnya adalah FUJICA ST605. Dugaan sementara, SLR Fuji dengan tipe MPF (baik yang M42 maupun X-Mount bayonet) diperuntukkan untuk pasar Indonesia, mengingat kerja sama Indonesia dengan Jepang yang sempat menghasilkan kamera Fujica M1 awal tahun 80an. Who knows?!

 

fujica 9

 

FUJICA MPF105XN (1983)

Fujica MPF105XN merupakan kamera SLR 35mm full manual. Artinya segala pengaturan kamera ini mulai dari fokusing, speed, diafragma, ASA, rewind, dilakukan secara manual oleh penggunanya. Inilah alasan kenapa kamera ini dikatakan untuk pemula saat belajar fotografi analog. Dari sisi bentuk, kamera ini cukup kecil bila dibandingkan dengan SLR lainnya. Terlihat kokoh dan klasik karena berbahan metal dengan warna kombinasi hitam-silver. FUJICA MPF105XN memiliki dimensi 133 X 87 x 87mm (Body Only) dengan berat 510 gram cukup nyaman untuk diajak jalan-jalan.

fujica 2

Meskipun kamera ini full manual, tapi tetap membutuhkan battery namun bukan untuk menjalankan fungsi mekanisnya, melainkan untuk menjalankan fungsi lightmeter di dalam viewfinder. Battery-nya pun sampai saat ini masih mudah kita jumpai karena FUJICA MPF105XN ini hanya membutuhkan 2 battery bertipe LR44 (1.5V). So, hanya dengan 8 ribu anda memiliki pemandu cahaya (lightmeter) yang membuat foto anda lebih tepat pencahayaanya. Uniknya, slot battery tidak berada di bawah (bottom plate) tapi justru diatas, tepat disamping tuas rewind.led fujica metering MPF105XN

FITUR

FUJICA MPF105XN menawarkan pengalaman metering dengan menggunakan 3 LED light indikator, dari over (red), normal (yellow) dan under (red). Lampu LED akan menyala dengan sistem ukur TTL centerweighted average di dalam lubang bidik (viewfinder) sebelah kanan jika kita menekan setengah tombol shutter. Namun jika keduanya over dan normal  atau sebaliknya (under dan normal) menyala itu artinya anda harus segera mengganti battery. Selain exposure meter, di dalam viewfinder juga terdapat split-screen focusing tepat berada di tengah, dan inilah yang menjadi penentu foto kita blur atau fokus. Split-focusing mempermudah dalam menentukan fokus objek kita, beberapa kamera lain tidak menggunakan sistem split ini. Inilah yang menjadi point penting kamera ini menjadi idola para pemula. di sisi kiri terdapat indikator berupa angka yang menandakan berapa kecepatan rana kita. Jarum indikator akan bergerak naik-turun apabila kita putar tuas speed (shutter speed selector dial) dibagian atas kamera FUJICA MPF105XN. Entah kenapa, FUJICA MPF105XN hanya dibekali shutter speed hingga 1/700 dan sync flash pada speed 1/60 (ditandai kode X pada dial shutter speed). Perlu diketahui di era 80an beberapa pesaing menawarkan shutter speed rata-rata 1/1000 hingga 1/2000. Mungkin karena untuk pemula lebih disarankan belajar memotret objek tidak bergerak,.. mungkiiinn…

fujica 10

Di dekat tuas shutter terdapat tuas lock yang dapat digeser, fitur ini sebenarnya bukanlah fitur baru dalam SLR analog, tapi bentuk dan cara menggunakannya berbeda dari tuas lock yang ada di kamera SLR analog kebanyakan. Bahkan pada seri sebelumnya, yaitu FUJICA MPF105X sudah terdapat fitur lock tapi letaknya masih menyatu dengan tombol shutter. Fitur ini menjadi fitur wajib untuk mencegah terpencet (accident) padahal ada film di dalamnya. Orang jaman dulu masih sering menggunakan fitur ini untuk menandai bahwa di dalam kamera masih terdapat film yang belum habis.

lock system fujica MPF105XN

Selain fitur lock, ada juga fitur self-timer. Jaman dulu ada istilah self-timer photography, kalo sekarang fitur ini dinamakan fitur selfie. Self-timer FUJICA MPF 105XN berada disamping lensa, karena letaknya yang mudah dijangkau dengan jari tengah menjadikan fitur ini mudah dioperasikan bahkan ketika kita lagi mengatur metering atau focusing dalam viewfinder misal saat foto keluarga. Cara kerjanya cukup mudah kok, kokang dulu, atur fokus dan metering, lalu putar tuas self-timer ke bawah hingga mentok dan menekan tombol start di dekat tuas maka rana akan membuka dalam hitungan 8-10 detik setelah anda menekan tombol tersebut. Dilarang untuk menekan tombol shutter yang terdapat pada atas kamera, karena setelah mengokang dan menekan tombol shutter atas, akan membuka rana sesuai kecepatannya, sehingga fitur self-timer tidak akan jalan.

WARNING

Please, save your frame from stupidity!

OK, setelah membahas fitur pada body FUJICA MPF105XN, kita lanjut pada lensa. Kamera ini biasa ‘menggendong’ lensa fix bawaan yaitu X-Fujinon FM 50mm f/1.9 atau ada juga 50mm f/1.6 tergantung keberuntungan anda hehe. Jodoh saya ternyata jatuh pada X-Fujinon FM 50mm f/1.9 terdiri 5 komponent, 5 elements dan 49mm screw-in filter. Putaran fokusnya masih smooth, setting diafragma model klik pada tiap F-Stop-nya menjadikan lebih nyaman saat tangan kiri kita mengatur lensa. Fokus terdekat lensa ini adalah sekitar 0.6m dengan sudut pandang 47 derajat dengan warna coating dominan kuning (gold). Lensa ini bukan tipe EBC (Electring Beam Coating) smacam lensa flagship-nya Fujinon, jadi saya memang tidak merasakan ketajaman yang wah! Apalagi di open full apperture F/1.9 biasa saja layaknya lensa kit. Hehe 🙂 Saran saya lebih baik menggunakan bukaan f/2.8 hingga f/5.6 saja 😛

fujica 11

Pengaturan asa tergabung dalam roda shutter speed, hanya saja cara mengubahnya dengan ditarik keatas lalu diputar. Baik FUJICA MPF105X maupun FUJICA MPF105XN dibekali fitur pengaturan ASA mulai dari ASA 25 hingga 3200. Kemudian untuk membuka back kamera layaknya SLR tahun 70an hingga 90an yaitu ditarik keatas tuas rewind. Oiya, jangan lupa menekan tombol dibawah kamera sebelah kiri, sebelum menggulung film yak. Check foto dibawah, tidak seperti kamera kebanyakan, tripod socket tidak berada pada tengah body FUJICA MPF105XN namun berada di pinggir kanan pada foto. Kita harus lebih berhati-hati saat kamera berada di tripod karena keseimbangannya mungkin mengkhawatirkan penggunanya.

fujica 12

FUJICA MPF105X   VS   FUJICA MPF105XN

Well, setelah kita mengulas fitur dan fungsinya, kita coba memetakan perbedaan antara FUJICA MPF105X dengan FUJICA MPF105XN yang keduanya sama-sama menggunakan Fuji X-mount bayonet. Sudah dapat kita tebak, huruf ‘N’ (Baik pada MPF 105XN maupun STX-1N) adalah arti kata ‘New’. So, pasti ada perbedaan donk dari versi sebelumnya dengan yang terbaru. OK, baiklah.. sejauh ini ada 4 perbedaan dasar yang ada pada FUJICA MPF 105XN:

1. Battery

Letak battery pada FUJICA MPF105X ada di viewfinder dan ditutup dengan bahan logam berbentuk bulat. Sedangkan FUJICA MPF105XN berada diatas sebelah kiri, samping tuas rewind, dan berbahan plastik putih.

2. Meter Indicator

Indikator metering pada FUJICA MPF105X berupa jarum, sedangkan FUJICA MPF105XN berupa 3 lampu LED yang dapat menyala jika dipencet setengah.

3. Lock System

Sistem pengunci shutter pada FUJICA MPF105X menyatu dengan tuas shutter hanya diputar saja, sedangkan pada FUJICA MPF105XN letaknya terpisah di sebelah tombol shutter, cara menguncinya dengan menggeser.

4. Lens

Sebenernya masih ragu sih mengenai lensa kit bawaan FUJICA MPF105X biasanya adalah X-Fujinon 55mm f/2.2 sedangkan FUJICA MPF 105XN biasanya X-Fujinon FM 50mm f/1.9 meskipun ada yang beruntung mungkin dapet X-Fujinon DM 50mm f/1.6 EBC.

HASIL JEPRET

Berikut hasil dari jepretan FUJICA MPF105XN dengan film Agfa Vista 200:

Foto 1Foto 2Foto 3Foto 4Foto 5Foto 6Foto 6Foto 7
Fujica MPF105XN Agfa Vista 200
Masjid di Kampung Ambon
Fujica MPF105XN Agfa Vista 200
Kran, Tangga, dan Colokan
Fujica MPF105XN Agfa Vista 200
Secangkir Teh Hangat
Fujica MPF105XN Agfa Vista 200
Kursi yang terabaikan
Fujica MPF105XN Agfa Vista 200
Tandon Banyu
Fujica MPF105XN Agfa Vista 200
Berkeringat demi keluarga-nya Pak Boz
Fujica MPF105XN Agfa Vista 200
Mingkem luwih bagoes
Fujica MPF105XN Agfa Vista 200
Foto kanan kiri adalah portrait kehidupan buruh di Jakarta

Pada tahun-tahun berikutnya FUJICA merilis beberapa SLR dengan menambahkan fitur Auto seperti FUJICA AX-1, AX-3 dan AX-5 tetap dengan Fuji X-mount bayonetnya. In Fact, Fujica STX-1 dan STX-1N hanya  diproduksi dalam warna silver saja , tetapi pada tahun 1985 FUJICA STX-2 lahir dengan 2 varian warna yaitu full black dan silver.

 

KESIMPULAN

Yupp itulah review FUJICA MPF105XN kali ini, bagi temen-temen analog yang ingin memiliki kamera ini bisa cari di loakan, klitikan atau di Online dengan harga rata-rata Rp 350.000,- hingga Rp 600.000,- tergantung kondisi, kelengkapan dan lensa yang disertakan. Kamera ini memang terlahir bagi para pemula yang ingin belajar bagaimana jepret pake SLR analog yang full manual. Tetep semangat belajar motret, jangan mudah menyerah jika hasil mengecewakan, jangan lupa beli film, keep film alive and.. Salam Jepret!!

-Salam Jepret Film

The Breakdown

Memiliki fitur 3 led pada lightmeter dan split screen focusing menjadikan FUJICA MPF105XN 'primadona' bagi kalangan analogears pemula. Selain itu body yang cukup ringan, kokoh, dan terjangkau harganya juga membuat kamera ini sangat nge-hits di Indonesia pada tahun 80an.
Build Quality 7.6
Features 6.3
Handling 7.1
Availability 7.0
Value 6.8
Pros

+Body logam yang kuat & kokoh

+Fully Manual yang pas untuk pemula

+Tanpa battery pun bisa jepret sana sini

Cons

-Shutter Speed maksimal hanya sampai 1/700 detik

-Pilihan lensa yang terbatas karena mounting lensa Fuji X-Bayonet jarang ada yang jual di Indonesia

15 Comments

  1. Avatar
    Febrianto Dian N
    26/07/2017

    benerin kamera fujica dimana ya , punya saya fujica mpf150xn udh dibawa ke tempat benerin kamera di daerah jalan bantul . katanya prismany yg kena dan susah nyarinya ? emang iyaa yaa ? kalau nyari dimana yaaaa

  2. Wihinggil Prayogi
    31/07/2017

    Iyaa kalo udh kena prisma dalam viewfindernya musti kanibal dengan tipe Fujica MPF105XN yang masih mulus bersih dan mungkin macet, mas.

  3. Avatar
    Didi Yusuf Sulaiman
    10/08/2017

    Widih reviewnya ajib banget nih Mas. Saya baru mulai belajar analog pake Fujica MPF 105x Mas 🙂

  4. Wihinggil Prayogi
    16/10/2017

    Makasih mas, semoga bermanfaat tulisan review kami.
    Sip mas, jangan lupa beli film, jangan menyerah jika hasil kurang memuaskan, terus dilatih, terus dipakai kamera analognya.
    Salam Jepret Film 😀

  5. Avatar
    Deny
    22/10/2017

    Review yg TOP mas, sangat membantu..
    Mas klo punya sy fujica MPF105X viewfinder nya kotor, ada saran bersihinnya dmn mas?
    Jarum LM sih jalan aman cuman ya itu keganggu sama kotornya viewfinder..

    Btw fuji x-mount nya itu sama dengan mountingnya fuji X yg mirrorless ga ya mas? Infonya donk.. thanks ya mas

  6. Wihinggil Prayogi
    23/10/2017

    Makasih mas, welcome..
    Silakan kalo mau nyerpis kamera analog, daftar tempatnya di jogja dimana aja ada disini mas:
    http://www.kameraanalogjogja.com/tempat-servis-kamera-analog-jogja-dan-sekitarnya/

    Mount Fujica X-bayonet beda dengan Fuji X mirorrless mas 🙂
    Semoga membantu 😀

  7. Avatar
    Putu Wanda Sumawidanta
    09/01/2018

    Mas, aku ada lensa fujica 50mm 1.9 mau pasang ke fujifilm xt series ada saran ada adapter nya? Trims mas

  8. Avatar
    09/01/2018

    Mas ini saya ada FUJICA yang MPF 105X semua sistemnya kyknya sama,tapi apa bedanya kamera FUJICA MPF 105X dengan kamera FUJICA MPF 105XN?

  9. Avatar
    Yuna
    28/01/2018

    Review nya bagus mas saya sedikit mengerti (maklum pemula) kebetulan punya fujica mpf105x.. Kalo boleh tau itu pake filmnya apa yg bagus dan cocok???

    Salam kenal gan

  10. Avatar
    Nizam
    28/01/2018

    Halo mas, review yang sangat berguna bagi ane kebetulan newbie yang baru beli kamera tsb. mau nanya mas, kan ini mounting nya pake fuji X-mounting berarti bisa pake lens untuk mirrorles dengan catatan mounting lens tersebut support fuji X-mounting ya ?

    Terimakasih

  11. Wihinggil Prayogi
    16/02/2018

    Fuji bayonet dari Fujica MPF X, MPF XN, STX series, berbeda dengan mounting mirorless fuji mas. Adapternya sepertinya tidak ada, atau susah carinya. Solusi lensa fuji X-bayonet ini supaya bisa dipakai di kamera Mirorless adalah dengan dioprek mountingnya. Thx udah mampir, semoga membantu 🙂

  12. Wihinggil Prayogi
    16/02/2018

    Sudah dijelaskan mas bedanya Fujica MPF105XN dengan Fujica MPF105X di tulisan review diatas, coba dibaca lagi pelan-pelan. Thx mas 🙂

  13. Wihinggil Prayogi
    16/02/2018

    Fuji bayonet dari Fujica MPF X, MPF XN, STX series, berbeda dengan mounting mirorless fuji mas. Adapternya sepertinya tidak ada, atau susah carinya. Solusi lensa fuji X-bayonet ini supaya bisa dipakai di kamera Mirorless adalah dengan dioprek mountingnya. Thx udah mampir, semoga membantu

  14. Wihinggil Prayogi
    16/02/2018

    Untuk film yang bagus untuk pemula adalah film fresh.
    Apapun filmnya usahakan yang fresh, memang lebih mahal daripada film expired.
    Setidaknya mbak Yuna akan belajar, gimana sih foto over-exposure, sperti apa sih jadinya under-exposure?
    Nah.. kalo film expired, akan lebih susah dapetin foto dengan exposure normal nantinya.
    Mungkin nanti kalo sudah terbiasa dengan film fresh, bisa mencoba film kadaluarsa (Expired).
    Terima kasih sudah mampir, salam jepret!!

  15. Avatar
    Vila
    15/10/2018

    Agan, ane jual Fujica MPF 105XN masih hidup. Dijual sama flash ada 6 buah berbagai merk classic atau bisa beli satuan flash / cameranya. Yang minat bisa mampir ke shopee.com/viladevia yaa thankyou agan

Leave a reply

Your email address will not be published.