[REVIEW] CONTAX 137MD Quartz : Kamera SLR 35mm Bermotor Drive Terkecil di Dunia


Haihai Analogears!

Beberapa dari kita mungkin masih merasa asing dengan kamera merek Contax. Maklum saja karena peredaran kamera di Indonesia didominasi merek asal jepang saat era kamera film, sebut saja Nikon, Canon, Fujifilm, Olympus dan Yashica. Namun sebenarnya Contax merupakan merek kamera berasal dari Jerman Barat yang mulai merintis produksi kamera pertamanya mulai tahun 1932.

Kali ini KAJ berkesempatan me-review kamera Contax 137 MD Quartz. Kamera ini di release mulai tahun 1980. Tujuh tahun sebelumnya, tepatnya tahun 1973 Yashica bekerja sama dengan Carl Zeiss untuk memproduksi kamera SLR 35mm dengan membawa merek Contax. Sehingga terciptalah produk-produk SLR 35mm baik Contax maupun Yashica dengan mounting lensa sama, yaitu C/Y bayonet.

SEJARAH

Seperti yang dikemukakan di awal, bahwa Contax merupakan merek dari Jerman, sehingga cukup banyak terlihat perbedaan fisik yang signifikan dari kamera ini. Tidak seperti kamera jepang, yang sering kita jumpai body-nya dibalut dengan tekstur kulit (leather) namun pada body Contax ini dibalut dengan kain bertekstur halus berwarna hitam. Berbeda dengan Yashica yang memproduksi lensa sendiri, kamera Contax ini dibekali lensa kit Carl Zeiss Planar 50mm dengan variasi F1.4 atau F1.7 berlabel T*.

Contax 137MD Quartz

Contax 137 MD Quartz merupakan kamera SLR ketiga hasil kerja sama dengan Yashica sebelum merger dengan Kyocera Japan. Dengan teknologi mutakhirnya saat itu menjadikan kamera ini sebagai “The World’s First Camera With An Integrated Motor Drive”. Berbekal kecepatan 2 fps pada mode C (Continuous) kamera ini diciptakan untuk menangkap moment bergerak. Pada opsi Shutter selector, berada di sebelah kiri atas kamera, kita disuguhkan dengan 3 mode shutter, yaitu Auto, X dan Bulb. Kecepatan rana kamera ini adalah Automatic shutter speed ditentukan oleh setting Aperture (Aperture Priority) serta ASA film yang kita gunakan. Selain Auto, kita dapat memilih mode X ketika menggunakan Flash yaitu kecepatan tetap 1/60 detik untuk mampu syncro dengan flash, tidak lupa ada mode speed B yang tidak lain adalah Bulb untuk menghasilkan long exposure photography.

Kolase Contax 137MD Quartz

FITUR

Fitur unggulan lain dapat kita temukan pada kanan atas kamera ini, antara lain opsi OFF, ON dengan lampu merah menyala, dan AE LOCK, selain itu tuas juga bisa diarahkan ke BC (Battery Check) sebagai indikator 4 buah battery AA yang juga menjadi sumber tenaga kamera Contax ini. Karena Contax 137 MD Quartz ini merupakan electornic SLR 35mm, maka berbeda dengan kamera full manual SLR pada umumnya. Kita harus terbiasa dengan menghidupkan power jika mau menggunakan dan sebaliknya, mematikan kamera jika tidak digunakan. Battery berada di bawah kamera dengan system pengunci yang tidak biasa kita temukan pada kamera merek Jepang.

Fitur AE LOCK membantu kita mengunci metering yang tepat pada objek yang menjadi fokus foto kita, terlebih lagi objek bergerak, atau pada situasi backlit. Sehingga setting speed yang tertera di viewfinder akan terkunci pada satu angka saja meskipun kita bergeser untuk komposisi lagi.

Kamera Contax 137 MD Quartz juga dibekali Exposure Compensation Control di bawah tuas rewind film. Pilihan angka exposure compensation ini adalah ¼, ½, X1, 2, dan 4 berbeda dari kamera SLR keluaran merek Jepang yang lebih sering menggunakan -2, -1, 0, +1, +2. Jika tidak menggunakan fungsi exposure compensation, pilih mode X1.

Benar adanya jika awal tahun 1980 kamera ini menyabet gelar kamera SLR 35mm bermotor drive terkecil di dunia, karena memang sistem mekanik motor drive-nya tidak terlihat (invisible) dibanding kamera lain yang memiliki tambahan motor drive terlihat bertambah “kekar” dan lebih berat.

Sistem focusing-nya memakai teknologi prisma Silver-coated dengan horizontal split-image spot dan micro-prism. Perbesaran hingga 0.86x sehingga mampu meng-cover area gambar 95%. Dengan sistem metering TTL, centre-weighted averaging metering pada full aperture menggunakan SPD (Silicon Photo Diode) cell.Contax 137MD Quartz

Kata “Quartz” yang tertera di belakang kamera ini menunjukkan teknologi mekanik rana-nya yang berupa kain dengan pergerakan horizontal, yang di klaim lebih mampu diandalkan pada saat cuaca dingin atau suhu rendah.

Pada menu Exposure Mode terdapat pilihan S, C, dan ST. S berarti single sehingga 1x kita pencet tombol shutter maka akan membuka rana 1x, untuk 1 buah frame foto. Pada mode C artinya Continuous, 1x pencet shutter dalam 1 detik menghasilkan 2 frame (2 Fps) foto. Jadi jika kita mengisi kamera Contax 137 MD Quartz ini dengan film 36exp brarti dapat kita habiskan 1 rollnya dalam hitungan 18 detik. Berikutnya adalah menu ST, singkatan dari Self Timer ditujukan buat kita yang demen ber-selfie ria, atau dapat digunakan untuk foto keluarga foto beramai-ramai dengan jeda waktu 10 detik setelah tombol shutter ditekan. Indikator lampu depan juga akan menyala berkedip-kedip pada mode ST ini.

Fitur unggulan lain yang dapat kita temukan pada kamera ini adalah lubang shutter release (Release Socket) yang berada di kiri bawah lensa, tutup belakang yang dapat diganti (interchangeable camera back) sehingga dapat diganti dengan 137 data back. Data Back 137 berfungsi untuk merekam tanggal, bulan, tahun. Jaman dulu hal ini merupakan teknologi yang canggih dalam fotografi, mengingat foto merupakan bukti otentik sebuah peristiwa. Biasanya Data Back 137 dimiliki oleh lembaga perusahaan untuk keperluan riset dan observasi.

_MG_9718 800x600

Beberapa aksesoris tambahan yang berguna adalah 137 Power Pack Set yaitu sumber tenaga pengganti battery saat drop di suhu rendah jadi fungsi Power Pack Set ini adalah menjaga suhu sumber tenaga untuk tetap di suhu normal. Selain itu ada 137 Grip Adapter yang memberikan kenyamanan dalam memegang kamera Contax 137 MD Quartz ini.

Download Manual Book CONTAX 137MD Quartz

Bagi anda yang berminat memiliki kamera ini siapkan saja dana sekitar 1 juta-an rupiah untuk harga Body Only, akan terasa lebih mahal jika termasuk lensa standar Carl Zeiss. Sebagai alternatif lain bisa mencari lensa Yashica yang lebih murah dan mudah didapatkan di Indonesia.

Hasil Jepret

Penasaran dengan hasilnya? Yuk kita intip hasil test roll dari kamera Contax 137MD ini dengan Roll film warna Fuji Pro Plus II asa 100 jalan-jalan ke pasar hewan PASTY, Yogyakarta.

2 portrait

87430008

1 portrait

87430030

87430010

87430012

3 portrait

Dari foto diatas dapat kita lihat bahwa foto sebelah kiri menggunakan Exposure Compensation X1 dan sebelah kanan adalah hasil penggunaan fitur Exposure Compensation ½ pada kamera CONTAX 137MD Quartz.#WeShootFilm

87430024

87430029

Kamera ini juga sangat membantu mengejar moment dalam liputan Idul Adha 2014 di alun-alun utara Yogyakarta. Foto dibawah ini menggunakan Roll film hitam putih Kentmere asa 100.

portrait1

79550010

79550006

portrait2

79550039

Thx to @itorangers_ yg udah jepretin :D
Thx to @itorangers_ yg udah jepretin 😀

 

-Salam Jepret Film

The Breakdown

Benar adanya jika awal tahun 1980-an kamera ini menyabet gelar kamera SLR 35mm bermotor drive terkecil di dunia, karena memang sistem mekanik motor drive-nya tidak terlihat (invisible) dibanding kamera lain yang memiliki tambahan motor drive terlihat bertambah “kekar” dan lebih berat.
Build Quality 7.8
Features 7.8
Handling 7.3
Availability 6.1
Value 7.5

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published.