[REVIEW] MINOLTA SRT101 : 3 Generasi dalam 9 Tahun Produksi


Haihai Analogears!

SEJARAH

MINOLTA SRT101 – Kali ini tim KAJ akan review kamera analog SLR Minolta, yaitu seri SRT 101. Kamera SLR ini menggunakan film 35mm yang cukup mudah kita dapatkan. Meskipun begitu seri ini bukanlah kamera SLR yang populer di jamannya, padahal Minolta Camera Co. Ltd, Japan sudah membuatnya jutaan buah untuk seri ini. Kamera ini mulai diperkenalkan Maret tahun 1966 di Japan Camera Show. Pada bulan pertama penjualan yaitu April 1966 kamera ini dibekali lensa standar Minolta MC Rokkor-PF 58mm f/1.4, namun empat bulan kemudian penjualan kamera tersebut diganti dengan lensa standar Minolta MC Rokkor-PF 55mm f/1.7. Dan pada bulan September, Minolta merilis lensa untuk SLR mereka yaitu Minolta MC Rokkor-PG 58mm f/1.2 Waoww Lensa Cepat..#Halah

spek minolta srt101 rs

 Spesifikasi Minolta SRT101

Kamera ini memiliki viewfinder yang cukup luas dan terang dilengkapi dengan focusing tipe micro-prism jadi bukan split focusing yaa. Kalo terbiasa dengan split focusing maka akan susah beradaptasi dengan tipe micro-prisma ini. Karena tipe focusing ini lebih melatih feeling daripada ketepatan fokus yang ditentukan oleh garis pada system split focusing. Yupp.. Hampir mirip seperti menggunakan DSLR kebanyakan, karena fokusnya dibantu dengan bintik2 kecil jika hilang (halus) berarti sudah fokus begitu pula sebaliknya. Di dalam viewfinder juga terdapat jarum dan angka penunjuk lightmeter. Bila kita intip lubang bidik (viewfinder) terdapat angka shutter speed pada bawah mulai dari Bulb hingga 1000 (1/1000 detik). Jadi lebih mudah dan cepat dalam mengambil gambar karena tidak perlu bolak-balik liat knob shutter speed diatas kamera.

FITUR

SRT Focusing Screen

Sedangkan yang ada di sebelah kanan adalah jarum dan indikator exposure berbentuk jarum dan yang ujungnya bulat berlubang merupakan nilai gabungan dari setting diafragma, shutter speed dan ISO. Ketika kita metering, maka jarum lancip akan bergerak ke atas atau ke bawah tergantung banyak atau sedikitnya cahaya yang masuk, tinggal kita mainkan saja shutter speed atau bisa juga diafragma maka jarum bulat akan sejajar jika sudah tepat exposure-nya. Pada body kamera ini terdapat pengait mounting lensa sehingga dapat bergerak sesuai dengan bukaan aperture pada lensa Rokkor, hal ini menjadi teknologi awal konektor ‘berkomunikasi’-nya lensa dengan body kamera. Ohiyaa, perlu digaris bawahi bahwa lensa-lensa Rokkor yang memiliki kode MC bukan berarti Multi-Coating yaah.. tapi singkatan dari Meter Coupler yang artinya terdapat pengait untuk dipasangkan pada body SLR Minolta SRT Series seperti pada Minolta SRT101 ini.

Metering SRT101

Pada bagian bawah disamping lensa juga terdapat tombol Stop-Down Diafragma yang mana bila kita intip viewfinder dan menekan tombol ini maka akan melihat kedalaman objek (Depth-of-Field). Kita dapat membandingkan Depth of Field dari bukaan diafragma f/1.7 hingga 1/16 dan menekan tombol Stop-Down Diafragma tadi.

Timer Minolta SRT101

Di bawah logo Minolta terdapat 3 huruf CLC yaitu singkatan dari Contrast Light Compensator dimana teknologi ini menjadi ‘otak’ dari kamera Minolta SRT101 ini. Sistem membaca cahaya dari atas hingga bawah viewfinder yang dapat kita lihat melalui lensa atau istilah kerennya through-the-lens (TTL) metering. Itulah sebabnya seri ini ada tambahan ‘T’ karena memperbarui seri SLR Minolta sebelumnya yaitu SR Series. Sebenarnya SR-T sendiri singkatan dari Shashinki Refu-Tashima, yang berhasil menanamkan teknologi through-the-lens ini.

Minolta SRT101

Kelebihan system CLC ini dipercaya dapat membaca situasi cahaya meskipun kondisi objek foto dalam high-contrast sekalipun. Hal ini berkat ditanamkannya 2 buah CdS (Cadmium Sulphide) yang terdapat di dalam prisma viewfinder. Penempatan 2 buah CdS yang berbeda yaitu depan dan belakang dalam prisma berguna untuk mencegah kesalahan membaca arah cahaya yang masuk melalui viewfinder. Meskipun begitu CdS juga memiliki kelemahan, yaitu membutuhkan tenaga battery yang cukup dan sering menguras tenaga battery, oleh karena itu kamera ini memiliki tombol switch on, off dan BC yang artinya Battery Check. Memang disarankan untuk segera mematikan (switch off) jika sudah tidak menggunakannya. Dan battery check untuk melihat apakah tenaga battery masih kuat dalam menghitung cahaya yang masuk melalui lensa. Kamera SLR 35mm ini menggunakan tipe battery seri PX625 hanya untuk system metering-nya saja, namun kalian tetap dapat menggunakan fungsi lain tanpa harus memasang battery, kok 😀

Bottom plate of Minolta SRT101

Jika kita membutuhkan cahaya tambahan (external flash) kamera ini menyediakan Cold Shoe (Belum Hot Shoe lho ya..), yang membutuhkan kabel syncro tambahan yang menghubungkan flash dengan body Minolta SRT 101. Ada dua lubang konektor kabel syncro yaitu pada X dan FP. Jika kita masukkan pada lubang X maka akan konek pada speed Bulb hingga 1/60 detik. Namun jika kita masukkan pada lubang FP akan syncro pada semua speed bahkan 1/1000. Tentunya jangan lupa setting asa, yaa. Karena Minolta SRT101 ini memiliki setting asa dari 6 hingga asa 6400. Orang Eropa lebih sering menyebutnya Din, maka pada bagian back kamera Minolta SRT101 ini disediakan lingkaran converter ASA atau DIN untuk melihat angka ekuivalen ISO pada roll film dengan DIN.

Rokkor Lens
Back of Minolta SRT101

Fitur lain adalah kamera seri SRT 101 memiliki Mirror-Lockup yang berfungsi untuk mengunci mirror ke atas sehingga ketika shutter kita tekan yang membuka hanya kain rana. Hal ini bermanfaat agar tidak goyang saat mengambil gambar dengan kecepatan rendah, seperti untuk astrophotography, night photography, dan micro-macro photography. Kabarnya sih awal kemunculan seri kedua generasi SRT101 meniadakan fitur Mirror Lock-Up ini pada tahun 1970, tapi akhirnya tetap menghadirkan fungsi ini hingga generasi terakhir SRT.

OK, baiklah mau nggak mau bakal ngomongin soal generasinya juga yaa..hehe..kalo ngomongin generasi Minolta SRT101 ini ada 3 generasi, loh.. simak baik-baik yaah..

1st Generation Minolta SRT101

Generasi pertama adalah keluaran tahun 1966 akhir hingga tahun 1969 dimana pada generasi pertama ditandai dengan serial number 10001xx hingga 1650xxx. Selain itu knob shutter speed yang berbentuk lingkaran tersebut berwarna hitam terbuat dari bahan plastik. Pada tahun 1966 – 1967 Minolta SRT101 ini memiliki jarak yang sama antara baut di dekat viewfinder baik kanan maupun kiri, tapi pada tahun berikutnya jarak kanan kiri baut dengan viewfinder berbeda. Uniknya lagi pada  1st Generation ini Minolta SRT101 merilis warna full black (professional looks) dengan nomor seri 1270xxx dan dengan knob shutter berwarna hitam juga. 

Minolta_SR-T_101 1st gen

Black of SRT101

2nd Generation Minolta SRT101

Minolta SRT101 generasi kedua dirilis pada awal tahun 1970-1973 dengan nomor seri antara 1643xxx hingga 369xxxx. Selain itu, knob shutter speed berbahan besi chrome bukan plastik berwarna hitam. Lalu, petunjuk frame film (Film Counter) berbahan plastik bening dengan system pasangnya hanya di lem saja, sedangkan pada generasi pertama pemasangannya terdapat bracket khusus.

Minolta SRT101 Shutter button

3rd Generation Minolta SRT101

Kemudian antara tahun 1973-1975 Minolta SRT101 generasi ketiga keluar dipasaran dengan perbedaan dudukan cold shoe yang berwarna hitam begitu tampak menonjol ke atas. Uniknya lagi serial number pada generasi ketiga justru dimulai dari 290xxxx hingga 292xxxx. Nahh, udah pada tau kan, kira-kira Minolta SRT101 kalian generasi ke berapa tuh? 😀

Fitur lain sperti pada kamera SLR pada umumnya yaitu timer. Kita dapat memanfaatkan timer yang terdapat pada samping lensa untuk selfie atau foto bersama keluarga dalam hitungan maximal 10 detik, maka kamera akan otomatis mengambil gambar dengan sendirinya. Waooww.. that’s not magic man!!

Timer Minolta SRT101

Kamera SLR Minolta SRT101 ini bukanlah kamera yang sulit untuk ditemukan, populasinya masih banyak di dunia ini. Harganya pun masih cukup terjangkau sekitar Rp 600.000,- hingga Rp 900.000,- atau mungkin bisa lebih tergantung dengan kondisi dan paketan lensanya. Sayangnya, susah untuk menemukan dalam kondisi metering yang masih berfungsi normal seperti yang saya test ini, jadi hanya mengandalkan feeling saja 🙂 – Salam Jepret!!

Download Manual Book MINOLTA SRT101 

HASIL JEPRET

Hasil jepretan kamera SLR Minolta SRT101 lensa MC Rokkor-PF 50mm f/1.7 dengan film Kodak Color Plus 200 (2014)

Painting of Pitung C70

Painting 2 Pitung

Painting red of C70

Painting red of Pitung

Sunset

Love Bird

Bokeh of Rokkor-PF 50mm f/1.7

Bokeh of Minolta Rokkor-PF 50mm f/1.7

Sleeping Cat

Mother and Son

Washing Floor Mat

Keep Smile

-Salam Jepret Film

The Breakdown

Kamera Minolta SRT101 memiliki sistem CLC yang dipercaya dapat membaca situasi cahaya meskipun kondisi objek foto dalam high-contrast sekalipun. Hal ini dikarenakan adanya 2 buah CdS (Cadmium Sulphide) yang terdapat di dalam prisma viewfinder. Penempatan 2 buah CdS yang berbeda dalam prisma berguna untuk mencegah kesalahan membaca cahaya yang masuk melalui viewfinder sehingga exposure akan lebih tepat.
Build Quality 7.8
Features 6.5
Handling 7.3
Availability 8.4
Value 8.1
Pros

+Body baja silver yang kuat

+Fully Manual yang mudah dioperasikan

+Teknologi CLC yang membantu metering lebih baik

Cons

-Battery PX625 yang susah dicari dan mahal kalo nemu

-Sistem CdS yang kurang awet

-Body yang cukup berat

8 Comments

  1. Avatar
    10/01/2017

    Bang Wih, mau curcol -___- plus tanya² Gini nih, aku dikasih kamera Minolta Dynax 505si Super sama temennya ibuk,tapi gak ada roll film nya plus gak ada charger baterai nya (kemaren² aku nyalain masih bisa.sekarang udh gabisa, mungkin baterainya habis). Dan ..setelah googling aq baru tahu ternyata itu kamera analog a.k.a jadul
    Aku ini awam fotografi tp interest sih krn sebelumnya cm pake camera digital aja,belajar macro micro aja gt. Nah, beli chargernya plus roll film nya itu dmn yaaa?? Posisi q di Malang. Apa di tempat² toko kamera DSLR gt ada ya? Kira² harga nya mahal gak yaaa…. Mohon di respon yaaa… Matur suwun

  2. Wihinggil Prayogi
    16/01/2017

    Halo, Ollivia
    Kalo masih mau blajar fotografi dengan kamera Minolta Dynax 505Si sih memang kendalanya di battery-nya yang relatif mahal dan susah nyariknya.
    Tapi biasanya di toko kamera lawas (Studio Foto) gitu jual kok tipe Battery CR2 sperti itu. Kisaran 40ribuan per bijinya. Biasanya yang banyak dijumpai adalah merek Panasonic CR2 yg memang bukan jenis battery re-chargable. Jadi sekali pakai, tp biasanya sekali ganti battery gantinya lama kok gk cepet boros. Untuk Roll film di Malang kami mohon maaf belum bisa menjawabnya. Tapi Roll film di online harga sekitar 50-100ribu per rollnya. 1 roll isi 36x jepret. Terima Kasih sudah mampir di kameraanalogjogja.com

  3. Avatar
    Hendra Febry
    15/02/2018

    Saya punya Minolta SRT 101b pakai lensa Soligor 35-105mm, tapi jarum light meter-nya (mohon maaf) “ngaceng” terus, posisinya menunjuk keatas, apakah rusak? Atau lensanya yang “tidak bisa berkomunikasi” dengan body? Jika rusak, apa masih mungkin untuk diperbaiki?
    Terima kasih.

  4. Wihinggil Prayogi
    16/02/2018

    Coba diisi battery mas, tempat battery ada di bawah, usahakan battery baru. Setelah diisi battery baru, pasang lensa, atur aperture diafragma di F16 atau F22 (bukaan kecil), sett ISO di kamera menjadi 100, setting shutter speed yang paling cepat 1/1000, Kalo masih menunjuk ke atas terus, kemungkinan light meter pada kamera sudah rusak. Kalo lightmeter seri Minolta SRT101 kemungkinannya kecil untuk diperbaiki. Tapi dicoba aja dibawa ke tempat service. Semoga membantu 🙂

  5. Avatar
    Mike
    26/02/2018

    Hi I run my SRT 101 quite happily on 625 hearing aid batteries which are widely available they don’t last for years like the mercury cells but are good for 12 months or more

  6. Avatar
    Wahyu
    01/05/2018

    Mlm bang boleh tanya kalo kamera minolta srt 101 ini bisa gonta ganti lensa lain gak yah?

  7. Wihinggil Prayogi
    15/05/2018

    Bisa kok, karena ini termasuk SLR interchangeable lens. Jadi bisa ganti lensa, asal lensa manual yang mountingnya MD Minolta, gk harus merek Minolta ya mas 🙂

  8. Wihinggil Prayogi
    15/05/2018

    Greats, Mike. I hope the 625 hearing aid battery is cheaper, and has the same voltage with PX625. Thanks for sharing 🙂

Leave a reply

Your email address will not be published.